Artikel pada blog seringkali dijadikan target landing page untuk menggapai keyword-keyword yang dianggap memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Bisa dibilang memanfaatkan artikel adalah salah satu langkah cerdas dalam menyiasati persaingan di dunia SEO. Namun, apakah semudah itu memenangkan persaingan hanya dengan bermodalkan menulis artikel di blog? Jawabannya adalah tidak.

Selain faktor teknis SEO, kemampuan menulis seseorang juga turut menjadi faktor penting yang tidak terpisahkan. Selain faktor SEO friendly, algoritma Google juga tetap memperhitungkan faktor user experience yang artinya feedback ataupun pengalaman pembaca akan menentukan apakah artikel yang dibaca bisa memberikan manfaat atau tidak.

Kali ini, Pakar SEO di Indonesia akan membagikan beberapa tips rahasia yang bisa membantu Anda untuk bisa menulis konten dengan baik sekaligus melakukan optimasi yang bersifat SEO friendly.

1. Utamakan Kenyamanan Pembaca (User Experience) Terlebih Dahulu

faktor-faktor user experience yang harus diperhatikan

Sumber gambar: https://www.pinterest.co.uk

Faktor user experience sangat dipertimbangkan karena tujuan dari konten/artikel yang dibuat adalah untuk para pembaca. Ibarat raja, Anda sedang menyajikan hidangan yang sang raja butuhkan.

Jika hidangan yang Anda berikan tidaklah menarik, pasti raja tidak akan habis memakannya bukan? Kira-kira seperti itulah logikanya. Halaman artikel yang bisa menyajikan informasi penting, pasti akan dibaca sampai habis, semakin banyak dibaca oleh orang lain akan semakin baik. Apalagi bila mendapatkan respon positif dari social media.

Berikut ini beberapa faktor ini yang meliputi bagian user experience, seperti:

  • Desain template website harus responsive
  • Desain juga harus proporsional dan enak dilihat (mulai dari ukuran font, gambar, dsb)
  • Tingkat kecepatan loading speed halaman
  • Navigasi halaman yang baik
  • Integrated dengan social media (social media sharing)
  • Berapa lama pengunjung berada di suatu halaman
  • Adanya interaksi melalui fitur komentar
  • Dll

2. Tentukan Tema Artikel

memilih tema artikel yang baik

Sumber gambar: http://www.publicspeakingforlife.com.au

Artikel dengan tema yang baik dalam artian bisa memberikan manfaat ataupun yang sedang populer saat ini akan lebih mudah mendatangkan trafik.

Penentuan tema artikel tidak terlepas dari keyword yang ditargetkan untuk dioptimasi. Karena itu, usahakan jangan sampai salah memilih keyword karena akan berdampak pada sulitnya menentukan tema artikel.

3. Pancing Rasa Penasaran Orang Lain Melalui Penulisan Judul Artikel yang Menarik

Pepatah “Don’t judge a book by its cover” tidak berlaku untuk artikel yang SEO friendly. Cover yang dimaksud dalam tulisan ini adalah judul yang akan Anda berikan. Setelah mendapatkan tema yang pas, Anda bisa langsung membuat kerangka tulisan lalu berikan judul yang “membuat orang lain mengapa harus meng-klik artikel Anda“. Melalui infografis di bawah ini, Anda bisa melihat bagaimana membuat format judul yang benar-benar menarik.

infografis membuat judul artikel yang menarik

Sumber gambar: www.linkedin.com

Hal ini berhubungan dengan kemampuan copywriting. Cobalah untuk mengasah kemampuan tersebut agar artikel yang akan Anda optimasi SEO-nya memiliki kualitas yang baik. Dengan begitu, bounce rate untuk halaman artikel tersebut akan semakin kecil.

Untuk Anda yang belum tahu apa itu bounce rate dan hubungannya dengan SEO, silahkan membaca penjelasannya di sini.

Catatan penting: Biasakan juga untuk menempatkan keyword di judul artikel, tapi jangan sampai terkesan memaksa sehingga membuat tulisan tidak enak dibaca. Rangkailah kata senatural mungkin. Jangan lupa untuk membuat judul Heading 1. Biasanya tags html yang digunakan adalah <h1> Judul Artikel </h1>.

4. Buat Artikel dengan Pembahasan yang Mendalam

buatlah artikel dengan pembahasan yang mendalam

Sumber gambar: http://www.blog.skytopper.com

Artikel dengan pembahasan mendalam biasanya akan berisi padat informasi & sangat panjang. Bagai pedang bermata dua, artikel yang terlalu panjang juga akan membuat para pembaca merasa jenuh.

Karena itu, ada baiknya untuk langsung masuk ke pembahasan dan ada spasi antar paragraf agar tidak membuat bacaan terlalu padat. Jangan terlalu memikirkan berapa banyak jumlah kata yang diperlukan, karena sampai saat ini tidak ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut.

Jika Anda sudah terbiasa menulis sebelumnya ataupun sudah cukup lama menjadi seorang blogger, pastinya tahu bagaimana membuat konten yang baik (tidak asal-asalan).

Tapi, apabila Anda belum terbiasa menulis dan baru mulai belajar saat ini, Anda perlu banyak jam terbang untuk melatih kemampuan menulis, termasuk kemampuan copywriting yang saat ini sangat berpengaruh untuk bisa mendatangkan trafik.

Baca artikel lainnya: Bagaimana copywriting bisa mendatangkan trafik?

Untuk belajar membuat konten artikel yang SEO friendly, Anda bisa membaca pada point-point selanjutnya di bawah ini. Jangan lupa sediain kopi biar tetep fokus, soalnya pembahasan ini mulai masuk ke bagian-bagian teknis 🙂

5. Menyisipkan Keyword di Sub Heading

tambahkan keyword pada heading dan sub heading

Sumber gambar: https://www.seoampuh.com

Ada baiknya bila sub-sub heading dalam artikel yang Anda tulis berisikan beberapa kata kunci yang ingin dioptimasi. Begitu juga dengan isi kontennya. Perlu diingat, untuk menghasilkan tulisan yang benar-benar yang tidak membosankan, Anda haruslah memposisikan diri sebagai pembaca.

Cobalah baca dari atas hingga bawah, adakah kira-kira kalimat atau kata-kata yang kurang pas? Atau dibuat hanya untuk mengejar jumlah kata? Sebaiknya hilangkan saja karena hanya akan mengaburkan intisarinya.

Optimasi SEO pada artikel selain harus SEO friendly juga harus dibuat sealami mungkin. kata kunci yang disisipkan dalam sub heading haruslah pas & natural saat dibaca.

Memang tidak mudah, tapi dengan latihan & perbanyak referensi membaca akan membuat Anda mendapatkan feel yang baik saat menulis. Secara teknis, untuk urutan heading adalah sebagai berikut:

– Heading 2 = Berisi point-point penting
– Sub heading 3 = Digunakan untuk memperjelas turunan dari point kedua (h2)
– Dst (sampai sub-sub heading 4 – 6 adalah hirarki yang paling terkecil)

Catatan penting: Artikel yang SEO friendly akan sangat disarankan untuk menggunakan element h1 – h6 dengan proporsional & sewajarnya saja.

6. Hindari Keyword Stuffing Tapi Variasikanlah dengan Latent Semantic Indexing (LSI)

Jangan gunakan metode keyword stuffing

Sumber gambar: https://www.webpagefx.com

Saat baru belajar SEO, pasti yang terpikirkan adalah mengenai keyword, keyword dan keyword. Di tahun 2018 saat ini, dengan perubahan pola algoritma yang lebih mengarah ke user oriented, jangan sampai Anda melakukan pengulangan kata kunci yang berlebihan dalam artikel, cara ini termasuk salah satu kategori black hat SEO yang menggunakan trik keyword stuffing.

Selain tidak enak dibaca, cara tersebut sudah tidak begitu efektif dan hanya akan membuat artikel Anda memiliki kualitas yang rendah. Anda tentu tidak mau bukan artikel yang telah dibuat dicap tidak profesional?

Cobalah untuk menggunakan kosa kata yang bersinonim untuk menggantikan kata kunci yang Anda targetkan. Yang perlu Anda tahu bahwa algoritma Google sudah bisa mengenali setiap kata, jadi semakin banyak relevansi dengan kata yang memiliki persamaan makna, akan dinilai lebih kaya sumber pembahasannya.

contoh aplikasi dari LSI

Pada dasarnya, Latent Semantic Indexing (LSI) itu berbeda dengan sinonim karena LSI memanfaatkan algoritma yang bersifat sistematis untuk mencari hubungan makna atau sebab akibat. Silahkan baca pembahasan lengkapnya di artikel berikut ini.

Catatan penting: Lebih baik gunakan kata-kata yang memiliki makna yang memiliki kesamaaan/serupa daripada harus melakukan stuffing keyword dalam artikel.

7. Perhatikan Struktur Kosa Kata & EYD

Penggunaan struktur kosa kata yang akan Anda tulis harus sesuaikan juga apakah sudah sesuai dengan kaidah EYD Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Artikel yang memiliki banyak kesalahan teknis dalam penulisan seperti typo akan membuat robot Google sedikit bingung, karena kosa kata tersebut tidak akan ada dalam database yang disimpan. Baca ulang dengan teliti atau gunakan bantuan aplikasi spelling checker untuk memeriksa kesalahan bahasa.

Membuat artikel yang sempurna dengan memperhatikan semua struktur secara mendetil akan membuat ulasan yang Anda layak masuk kategori “zero mistake“.

Catatan penting: Untuk menambahkan bold, italic & underline bisa dilakukan sewajarnya sesuai dengan fungsinya masing-masing. Jangan terlalu over melakukan highlights pada keyword, percayalah itu hanya akan pembuat pembaca risih dan memilih untuk langsung meng-close artikel.

8. Optimasi URL Artikel

Mungkin banyak yang menyepelakan hal ini, bahkan ada juga yang tidak tahu bahwa URL itu menjadi salah satu dari faktor yang menyatakan bahwa suatu konten termasuk kategori SEO friendly atau tidak.

Coba lihatlah contoh url berikut ini

url yang belum seo friendly

Lalu bandingkan dengan contoh url ini

url yang sudah seo friendly

Mana yang lebih baik? Apakah yang berantakan? Atau tersusun rapi sesuai isi konten?

Url menjadi salah satu indikator penting karena memuat gambaran mengenai artikel yang akan dibaca. Di sanalah kesempatan Anda untuk membidik kata kunci.

9. Tambahkan Gambar + Optimasi Atributnya

Gambar berfungsi sebagai media penggambaran yang akan membawa para pembaca ke alam visualisasi mereka agar lebih mudah menangkap maksud yang disampaikan melalui tulisan.

Menambahkan beberapa gambar ke dalam artikel, khususnya pada bagian sub heading akan memperkuat konten yang ditulis.

Untuk membantu robot Google melakukan indexing dengan baik, gambar yang ditambahkan ada baiknya diberikan atribut alt text, title, dan caption.

isi atribut gambar secara lengkap

Catatan penting: Sebaiknya untuk mengisi atribut gambar ini, Anda bisa mengisinya sesuai dengan deskripsi konten. Akan lebih baik jika ada keyword di dalamnya seperti contoh di atas.

10. Tambahkan Link Internal/Eksternal Sebagai Referensi

Mungkin sebelumnya Anda pernah membaca bahwa website dengan banyak link di dalamnya akan mengurangi kekuatan dari website tersebut. Hal ini memang benar, tapi bukan untuk sekarang ini.

Beberapa tahun lalu saat SEO masih belum begitu berkembang algoritma-nya, Google menilai bahwa website dengan sedikit link eksternal merupakan salah satu indikator website yang berkualitas.

jangan lupa memberikan sumber referensi link sebagai bukti

Sumber gambar: https://neilpatel.com

Namun, semenjak beralih ke user experience saat ini Google lebih memprioritaskan halaman suatu website/konten artikel untuk memiliki link ke website lain sebagai bentuk referensi.

Hal tersebut sebagai upaya bahwa apa yang ditulis memang telah terbukti + telah dilakukan serangkaian uji coba untuk membuktikan kebenarannya. Jadi, apa yang Anda tulis bukan berdasarkan opini semata, tapi memiliki bukti konkret yang sah melalui link referensi.

Penambahan link yang dilakukan dalam penulisan artikel bisa bersifat internal (mengarah ke dalam website/blog sendiri) ataupun bersifat eksternal (merujuk dari referensi website lain).

Catatan penting: Untuk menambahkan referensi sumber link, tidak ada patokan berapa minimal/maksimal jumlah link yang diharuskan. Cukup sesuaikan dengan pembahasan artikel Anda, di mana point-point yang memerlukan link referensi sebagai bentuk validasi konten. Tips lainnya juga bisa dengan mengutip pernyataan dari website lain lalu mencantumkan sumbernya. Hal ini berhubungan dengan relevansi topik yang dibahas dan referensi link yang dirujuk.

11. Optimasi Tag Meta Artikel

Beberapa platform CMS biasanya seperti Wordrpress, Joomla, Weebly, dll sudah didukung oleh banyak plugin yang membuatnya lebih SEO friendly.

Karena hampir banyak website menggunakan wordpress, maka plugin yang akan dibahas adalah YOAST. Sebuah plugin yang sudah banyak digunakan untuk melakukan optimasi SEO, terutama pada bagian meta title dan meta description.

Isi meta title dan meta deskripsi dalam CMS

Catatan penting: Tips mengisi meta title dan meta deskripsi adalah dengan menyesuaikan dengan tema artikel/judul artikel + keyword. Jika dalam judul artikel sudah ada keyword, Anda bisa fokus menulis deskripsi + kata kunci yang menarik orang untuk membaca artikel Anda.

12. Tambahkan Infografis/Video Sebagai Data Pendukung

Data-data pendukung tidak hanya didapatkan dari sumber link. Jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan media video ataupun infografis sebagai salah satu sumber data yang bisa dijadikan rujukan oleh website-website lain.

alasan mengapa infografis harus ada

Sumber gambar: http://chairmanmigo.com

Melalui cara tersebut, secara otomatis website Anda memungkinkan untuk mendapatkan banyak link eksternal (ditaut oleh website lain) karena bisa memberikan informasi yang spesifik dengan bukti data infografis ataupun melalui video yang memiliki relenvasi yang sama. Jadi, optimasi SEO di artikel akan lebih mudah dilakukan bukan?

Akhir kata, untuk membuat artikel yang masuk kategori SEO friendly memang tidak mudah karena ada beberapa hal yang mungkin belum Anda kuasai tapi mau tidak mau Anda harus belajar untuk menguasainya dari sekarang. Untuk tips-tips terkait dunia digital marketing, Anda bisa melihat langsung di channel youtube kami.

Bagi kalian yang tertarik mengaplikasikan tips ini, silahkan dibuktikan sendiri dan posting bagaimana hasilnya di kolom komentar yah.