Perkembangan SEO dari tahun ke tahun diprediksi mulai mengalami perubahan, dari awalnya yang fokus pada backlink sekarang lebih mengarah ke struktur website dan isi kontennya. Setelah terbukti benar adanya, banyak dari pakar SEO mulai melakukan riset mengenai algoritma terbaru Google saat ini. Bagaimana cara ideal untuk membangun fondasi yang kokoh dan sesuai dengan aturan yang diberikan.

Bagi yang berkecimpung dalam dunia SEO praktis dan lebih fokus ke arah off-page, tentu Anda merasakan dampak yang signifikan akhir-akhir ini bukan? Trafik yang mulai terjun bebas, ranking yang awalnya kokoh di halaman 1 sekarang terlempar ke luar, bahkan ada juga yang landing page-nya hilang antah berantah dari hasil pencarian. Apakah hal itu yang sedang Anda alami?

Jika Anda merasakan bahwa salah satu pernyataan di atas terjadi pada website Anda dan Anda mulai bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi, silahkan membaca analisa berikut ini.

1. Optimasi Link Building yang Berlebihan

inilah sebabnya mengapa link building yang berlebihan dilarang

Perlu Anda ketahui, bahwa dengan semakin baru versi algoritma yang diluncurkan, hal tersebut akan semakin menutup ruang untuk melakukan optimasi off-page, terutama cara menanam backlink. Karena apa?

Diperkirakan jumlah orang-orang yang melakukann SEO, secara tidak sadar menggunakan cara yang salah dan masuk dalam kategori black-hat, salah satunya adalah dengan spamming.

Sekarang ini, jika Anda ingin melakukan optimasi dengan cara link building, sebaiknya lakukan dengan hati-hati dengan mengikuti panduan Google. Jangan mencoba untuk menggunakan software pembuat backlink ataupun semacamnya, karena list website yang dituju biasanya memiliki kualitas rendah dan terindikasi banyak spam.

Saat link website Anda ada di dalamnya, robot Google akan menilai bahwa websie Anda dengan kata kunci yang dioptimasi telah melanggar ketentuan dan dianggap juga sebagai spammer.

Dengan mengurangi jumlah spammer, kompetisi di mesin pencari akan lebih fair sehingga mereka yang bisa memberikan kualitas konten serta mendapatkan feedback positif dari para pembaca bisa memenangkan persaingan.

2. Google Melakukan Update Algoritma Terbaru

google selalu update algoritmanya

Akhir Desember 2017 lalu Google sempat melakukan pembaharuan Algoritmanya, tak lama berselang beberapa bulan tepatnya pada bulan Maret hingga April, Google telah merombak secara besar-besaran sistem inti algoritma mereka. Hal ini diketahui dari situs Searchengineland yang memberikan informasi langsung melalui akun resmi Twitter SearchLiaison.

Bahkan, sampai sekarang pun Google tetap melakukan update terbaru pada algoritmanya dengan mengurangi jumlah meta deskripsi yang bisa terbaca di SERP.

Website yang seringkali melanggar algoritma Google, akan terkena hukuman, mulai dari ranking yang turun, trafik yang hilang bahkan bisa terkena Google Sandbox.

Inilah tujuan algoritma Google untuk memberantas website ataupun blog yang hanya mengandalkan backlink dan konten yang hanya bisa copas (copy lalu paste).

Kalau Anda merasa bahwa tidak melakukan cara yang salah tapi terkena imbasnya, cobalah untuk bersabar dan melihat perkembangan selama beberapa minggu ke depan. Bila terbukti benar, maka kondisi ranking akan mulai kembali seperti semula. Tapi, jika tidak ada perubahan, sebaiknya evaluasi cara yang Anda gunakan dan lakukan pengecekan secara menyeluruh di Google Search Console.

3. Tidak Stabilnya Hosting

web hosting server yang tidak stabil berpengaruh pada seo

Hosting server yang bermasalah naik turun performanya juga bisa menjadi salah satu indikasi bahwa ranking website bisa turun. Hal ini akan membuat user tidak nyaman ketika mengunjungi suatu website. Pernyataan ini dikuatkan dengan referensi artikel dari situs themefuse.com.

Robot Google akan lebih memprioritaskan website yang bermanfaat untuk berada di halaman pertama, bukan website yang sedang error karena masalah teknis. Jadi, usahakan untuk memilih hosting yang tepat selama menjalankan kampanye SEO.

Baca juga: Bagaimana Cara Menulis Artikel yang SEO Friendly? Yuk Pelajari Tipsnya Di Sini

4. Kalah Bersaing dengan Kompetitor

strategi seo kompetitor lebih berhasil

Apakah Anda masih menggunakan teknik SEO yang lama?

Apakah tidak ada cara-cara baru yang Anda gunakan akhir-akhir ini dalam melakukan optimasi?

Jika memang benar jawabannya iya, maka bisa dipastikan bahwa kompetitor Anda telah menyalip website Anda.

Dengan semakin terbukanya akses informasi yang luas dan bisa didapatkan siapa saja, keuntungan ini bisa dimanfaatkan oleh siapapun untuk terus belajar dari berbagai sumber. Dengan demikian, mereka yang terus berinovasi dengan cara memperbaiki teknik dan strategi dalam melakukan SEO akan lebih unggul dan bisa mengalahkan kompetitornya dengan mudah.

Itulah beberapa analisa kemungkinan yang bisa menyebabkan ranking suatu website turun. Silahkan hubungi jasa SEO berpengalaman agar website Anda bisa dioptimasi sesuai dengann perkembangan algoritma SEO dengan cara white-hat.